header
Pelatihan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program Perlindungan Sosial korban Bancana Sosial tahun 2012 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 05 July 2012 05:18

 

Dinas Sosial Aceh Mengandakan Pelatihan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial tahun 2012 yang berlangsung 19  April sampai dengan 22 April 2012 dilaksanakan di Banda Aceh bertempat di Hotel OASIS.

 

Peserta yang akan terlibat dalam pertemuan ini berasal dari 5 Kabupaten/Kota yaitu ; Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Subussalam, Kabupaten Singkil dan Kabupaten Aceh Barat. Masing-masing kabupaten akan diwakili oleh  6 (enam) orang peserta yang terdiri dari:

- Dinas Sosial/Instansi Sosial di Kabupaten/Kota

- Badan Kesbang Linmas di  Kabupaten/Kota

- Tokoh Agama

- Tokoh Pemuda/Masyarakat

- Tokoh Adat

- Tokoh Wanita

Narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial tahun 2012 sebanyak 4 (empat) orang yang berasal dari kementerian Sosial RI, Praktisi dan Dinas Sosial Aceh.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini adalah :

1. Program dan Kebijakan penanggulangan bencana sosial Kementerian Sosial RI oleh Narasumber Pusat.

Materi ini menjelaskan tentang kerangka kebijakan penanggulangan bencana sosial yaitu berkaitan dengan sasaran layanan, intervensi yang dilakukan mulai dari masa pra bencana, pada saat terjadinya bencana dan pasca terjadinya bencana. Disampaikan juga program-program yang disiapkan untuk beberapa sasaran layanan.

Sasaran dan karakteristik bencana sosial adalah :

a. Konflik Sosial (seperti kerusuhan missal)

b. Kecelakaan Perahu (perahu yang terdampar atau tenggelam)

c. WNI Terlantar di Luar Negri (akibat kehabisan/kehilangan bekal sehingga tidak bias pulang)

d. Limbah Industri yaitu pencemaran akibat teknologi industry.

e. Orang terlantar.

f. Pelintas Batas (WNI tanpa dokumen ke luar negri)

g. Kebakaran pemukiman penduduk

h. Korban Ledakan Bom

Program intervensi yang disiapkan adalah :

· Bencana Sosial Kebakaran : berupa bantuan darurat pangan, sandang, tenda dan alat dapur. Bantuan stimulant bahan bangunan rumah (BBR)

· Kecelakaan Perahu dan ledakan Bom : berupa santunan sosial.

· WNI terlantar diluar negri dan orang terlantar di luar negri intervensi yang dilaksanakan berupa biaya pemulangan.

· Pelintas batas dan korban limbah industri intervensi yang dilaksanakan berupa : bantuan pemulangan ke daerah asal dari pos perbatasan RI di luar negri dan bantuan darurat serta santunan sosial.

Program yang dilakukan tidak hanya pada saat telah terjadi bencana tapi juga dilakukan program-program preventif untuk mencegah terjadinya bencana sosial yaitu :

· Pemetaan daerah rawan bencana sosial.

· Keserasian Sosial berbasiskan masyarakat.

· Sarasehan kearifan lokal dan penguatan masyarakat multicultural

· Pembentukan desa berketahanan sosial

· Pembentukan tenaga pelopor perdamaian

· Penyuluhan dan penyebaran informasi (kampanye antisipasi bencana sosial)

2. Keserasian Sosial oleh Narasumber Pusat.

Materi ini membahas tentang  Program yang ditujukan pada daerah rawan bencana sosial, pasca bencana sosial, daerah dampak bencana. Kata kunci dalam program keserasian sosial ini adalah penyatuan antara korban bencana sosial dengan masyarakat lokal/ antara masyarakat dengan masyarakat di daerah rawan bencana sosial dalam rangka menciptakan kehidupan  sosial yang selaras, serasi yang didasari oleh rasa saling menghargai, saling toleransi, saling percaya, dan saling menghormati diantara  masing-masing.

Sasaran dari Program Keserasian Sosial adalah :

· Komunitas Masyarakat Korban Bencana Sosial / pasca bencana

· Komunitas masyarakat lokal yang berpotensi mengalami konflik sosial

· Komunitas masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal

Petunjuk teknis pelaksanaan Bantuan Keserasian  Sosial Komunitas Desa/Lokal adalah sebagai berikut :

· Bantuan diperuntukkan bagi lingkup desa dengan perhitungan seluruh penduduk Desa/KK yang ber KTP Desa bersangkutan.

· Bantuan tidak diberikan secara tunai kepada  individu-individu yang bersangkutan, tetapi  dikelola oleh forum yang dipilih oleh warga diusulkan ditetapkan oleh kepala desa/kadis  sosial kab/provinsi/pusat untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat sesuai kebutuhan  yang lebih prioritas dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

· Kegiatan keserasian intinya musyawarah dan gotong royong sehingga dalam penentuan  kegiatan harus berdasarkan musyawarah dan mufakat wrga sehingga perlu dihindari  penentuan oleh sepihak orang atau oleh intervensi pihak luar.

· Untuk memperlancar pelaksanaan maka dalam satu desa akan ditempatkan minimal satu  orang pendamping yang didatangkan dari wilayah setempat dan diangkat sesuai SK      pejabat pembuat komitmen pusat/Direktorat BSKBS

Syrat-syarat  Desa/Lokasi Penerima Bantuan adalah :

1. Desa tersebut ditetapkan sebagai daerah yang pernah terjadi bencana sosial/konflik

2. Desa yang dianggap sebagai daerah rawan konflik

3. Desa yang dikategorikan menengah kebawah

4. Desa yang mempunyai komitmen untuk hidup berdampingan selaras, serasi dengan sesame warga lainnya.

3. Peran dan Tugas Dinas Sosial dalam Penanggulangan Bencana Sosial oleh Dinas Sosial Aceh.

Materi ini memaparkan tentang program-program yang dilaksanakan Dinas Sosial terkait dengan penanggulangan Bencana Sosial diantaranya program bantuan bahan baku rumah bagi rumah yang terbakar, program keserasian sosial bekerja sama dengan Badan Reintegrasi Aceh dan beberapa program lainnya. Dijelaskan pula peran Dinas Sosial sebagai salah satu leading sektor dalam penanganan bencana sosial.

Beberapa program yang dilaksanakan Dinas Sosial Aceh untuk masa pra bencana adalah :

Melakukan penyuluhan-penyuluhan dan menyiapkan bahan pemenuhan kebutuhan darurat korban ketika terjadi bencana.

Penyediaan beffurstock (bahan permakanan, sandang dan peralatan dapur) yang   ditempatkan di gudang-gudang persediaan yang Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pelaksanaan pengadaan bufferstock untuk kesiap-siagaan bencana dilakukan oleh Kementerian Sosial cq. Direktorat Bantuan dan Jaminan Sosial.

Beberapa program yang dilaksanakan Dinas Sosial Aceh pada saat terjadinya bencana adalah :

Bantuan darurat bagi korban kebakaran sangat diperlukan karena korban dalam kondisi  panik, kehilangan harta benda termasuk rumah yang musnah/rusak. Dalam kondisi  demikian bantuan darurat segera diberikan agar permasalahan sosial korban tidak            sertambah lebih parah.

Bantuan darurat dapat diberikan selama-lamanya 7 sampai 14 hari selama dalam penampungan darurat. Jenis bantuan :

Ø Penampungan sementara seperti di tenda, rumah ibadah, gedung sekolah, balai desa.

Ø Penyelenggaraan Dapur Umum Lapangan yang dikelola oleh petugas bersama masyarakat dan korban.

Ø Permakanan berupa beras (40 gram/orang/hari), lauk pauk (seperti mie instan, sardencis, kecap, sambal, minyak goreng, gula pasir, telor, ikan asin, dan lain-lain),

Ø Sandang (kain sarong, kain panjang, kaos berkerah, daster, seragam sekolah, baju/pakaian dan lain-lain).

4. Analisis Ancaman, Bahaya, Kerentanan, Kekuatan terhadap terjadinya Bencana Sosial. Materi disampaikan oleh Praktisi.

Pada sesi ini peserta diajak untuk mengingat kembali pengertian bencana, jenis-jenis bencana  serta konsepsi tentang bencana yaitu :

Bencana = Bahaya x kerentanan

Dibahas pula tentang manajemen penanggulangan bencana, manajemen risiko dan manajemen krisis. Selanjutnya dilakukan pembahasan terkait dengan bencana sosial terkait dengan definisi, jenis bencana sosial, tipe-tipe konflik, bentuk konflik dan penyebab terjadinya konflik serta pencegahan konflik.

HASIL KEGIATAN

1. Para peserta pertemuan memahami program penanggulangan bencana sosial yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Aceh.

2. Meningkatnya pemahaman pengambil kebijakan, masyarakat tentang pencegahan, pengurangan resiko terjadinya bencana sosial.

3. Meningkatnya pemahaman pengambil kebijakan, masyarakat tentang posisi dan peran deteksi dini dalam mencegah terjadinya bencana sosial.

 

 

 

 

Website Negara Republik Indonesia
Website Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia
Website Departemen Sosial Republik Indonesia
Website Departemen Komunikasi dan Informasi
Website Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
jajak pendapat

Apakah anda setuju tidak memberi uang untuk para peminta-minta?

(1120 votes)

Please wait...

Copyright © 2009-2014. All rights reserved.