Rumoh Seujahtera Jroh Naguna
Ditulis oleh chens_lgs, pada Kamis, 01 Januari 1970

Sejarah Singkat

Rumoh Seujahtra Jroh Naguna Banda Aceh merupakan Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) yang membidangi Pembinaan Remaja Putus Sekolah. UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna didirikan pada Tahun Anggaran 1978/1979 dibawah Depsos RI dengan nama Panti Penyantunan Anak/ Panti Karya Taruna (PPA/PKT), kemudian pada tahun 1994 PPA/PKT berganti nama menjadi Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jroh Naguna berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 22/HUK/KEP/1994.

Kebijakan Desentralisasi dengan berlakunya UU Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Aceh, mengakibatkan Kanwil Depsos digabung dengan Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Konsekuensinya digabungkan pula Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jroh Naguna dengan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Meuligoe Ulee Kareng sehingga berubah nama menjadi UPTD Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna sesuai SK Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor: 53 Tahun 2001 tanggal 28 November 2001, dengan eselon III/a.

Setelah terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami pada Tanggal 26 Desember 2004 sesuai dengan kebijakan melalui Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 06/HUK/2005 Tanggal 15 Februari 2005, UPTD Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna untuk sementara berubah fungsi menjadi tempat penampungan anak-anak korban Tsunami.

Pada Tahun Anggaran 2007 UPTD Panti Sosial Meuligoe Jroh Naguna kembali menerima Remaja Putus Sekolah sebagai tugas pokok dan fungsi serta menyantuni anak-anak korban Tsunami.

Pada tahun 2009 sesuai dengan Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor: 29 Tahun 2009 tanggal 17 Maret 2009 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berubah nama menjadi Rumoh Seujahtra Jroh Naguna.

 

UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna adalah suatu lembaga kesejahtraan sosial yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada Remaja Putus Sekolah, guna penumbuhan dan pengembangan ketrampilan sosial dan ketrampilan kerja, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosial sebagai anggota masyarakat aktif berpartisipasi secara produktif dalam pembangunan.

Maksud dan Tujuan

Pembinaan remaja putus sekolah di UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda terutama para remaja putus sekolah agar kelak dapat hidup mandiri.

Sedangkan tujuan pembinaan remaja putus sekolah yaitu:

  • Mempersiapkan, membantu, memberikan kesempatan dan kemudahan bagi remaja putus sekolah agar dapat mengembangkan potensi diri baik rohani, jasmani maupun sosial.
  • Menumbuhkan dan meningkatkan ketrampilan kerja untuk membekali remaja putus sekolah dalam menjalani kehidupan di masa depan secara wajar.

Visi dan Misi

 Visi

Terwujudnya UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna sebagai lembaga terdepan dan berkelanjutan dalam pembinaan remaja putus sekolah di Aceh.

 Misi

  •  Memberikan pembinaan dan pelayanan Kesejahtraan Sosial dengan berbasis ketrampilan.
  •  Memberikan pembinaan dan pelayanan secara terpadu yang meliputi fisik, mental dan sosial.
  •  Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka meningkatkan kapasitas kerja petugas sekolah.
  •  Meningkatkan kompetensi aparatur guna memaksimalkan pembinaan terhadap remaja putus sekolah.

 Lokasi

 

UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna terletak di Jalan P. Nyak Makam No.35 Lampineung, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.

Fasilitas yang tersedia:

  • Kantor
  •  Asrama
  •  Ruang Belajar.
  •  Ruang Ketrampilan
  •  Aula Serba Guna
  •  Rumah Ibadah
  •  Sarana Olah Raga
  •  Taman
  •  Klinik Kesehatan
  •  Koperasi Panti
  •  Dapur Asrama
  •  Ruang Makan
  • Rumah Petugas
  •  Pos Jaga/Keamanan
  • Alat Transportasi

Kapasitas/daya tampung UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna berjumlah 200 (dua ratus) orang.

 Dasar Hukum :

  • Undang-Undang Dasar RI 1945 dan amandemen (terutama pasal 27 dan 34);
  • Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
  •  Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  •  Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
  •  Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
  •  Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah;
  •  Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh;
  •  Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial;
  •  Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
  •  Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 29 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
  •  Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2007 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Sosial, Lembaga Tehnis Daerah dan Lembaga Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam;
  •  Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Aceh;

Sasaran Pembinaan UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna adalah:

  • Remaja Putus Sekolah berusia 14 s.d 19 tahun dan belum menikah.
  •  Remaja Putus Sekolah (tamat SD/MI, SLTP dan belum tamat SLTA yang berasal dari keluarga kurang mampu (miskin).
  •  Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perlindungan Anak.

Jangkauan Pembinaan:

Jangkauan pembinaan remaja putus sekolah yang berasal dari 23 kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh.

  • Jurusan Ketrampilan yang sudah dibuka :
  • Jurusan Menjahit
  • Jurusan Bordir
  •  Jurusan Las Karbit
  • Jurusan Ketok Duko
  • Jurusan Montir Sepeda Motor
  • Jurusan Perabot.
  •  Jurusan Montir Mobil
  • Jurusan Anyaman.
  • Jurusan Elektronik
  •  Jurusan Tata Boga
  • Jurusan Sulaman Adat Aceh

Prosedur Penerimaan

  1.  Untuk masing-masing Kabupaten/Kota ditentukan calon peserta oleh UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna Banda Aceh.
  2.  Berdasarkan jatah dimaksud instansi sosial Kabupaten/Kota melalui Tenaga Kerja Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) melakukan seleksi anak sebelum dikirim ke UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna Banda Aceh.
  3.  Instansi Sosial Kabupaten/Kota mengirimkan calon peserta untuk mengikuti bimbingan sosial dan pelatihan ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat.
  4.  Calon peserta dari Kabupaten/Kota yang telah mendaftar di UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna, diseleksi kembali oleh petugas dengan cara :
    •  Wawancara untuk memastikan kebenaran data awal calon peserta.
    •  Test kesehatan untuk memastikan kondisi fisik calon peserta.
    •  Psikotest untuk memastikan kondisi mental, bakat dan minat calon peserta.
    •  Calon peserta yang dinyatakan lulus seleksi akhir akan dikukuhkan dan ditetapkan sebagai peserta atau siswa binaan UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna yang mengikuti bimbingan sosial dan pelatihan ketrampilan selama 6 (enam) bulan serta berkewajiban mengikuti dan mematuhi segala peraturan yang berlaku.

 

 Persyaratan administrasi calon peserta :

  •  Surat Pengantar dari Instansi Sosial Kabupaten/Kota.
  •  Surat Keterangan tidak mampu/miskin dari Kepala Desa / Lurah.
  •  Keterangan Berkelakuan Baik dari Polsek setempat.
  •  Keterangan Kesehatan dari Dokter / Puskesmas.
  •  Izin orang tua / Wali.
  • Sanggup mentaati peraturan/tata tertib yang berlaku pada UPTD Rumoh Seujahtra Jroh Naguna Banda Aceh.
  • Keterangan belum pernah menikah dari kepala Desa/Lurah.
  • Pasphoto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 6 (enam) lembar hitam putih.
  •  Photo Copy ijazah (Surat Tanda Tamat Belajar) yang dilegalisir pejabat berwenang.
  • Tamatan SD (Sekolah Dasar) harus bisa membaca dan menulis.
  • Usia minimal 14 tahun s/d 19 tahun.
  • Photo copy KTP (Kartu Tanda Penduduk) bagi yang sudah berhak mempunyai KTP dan keterangan penduduk dari Kepala Desa/Lurah bagi yang belum berhak pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk).

 PROSES PELAYANAN

  • Persiapan.
  • Penerimaan.
  • Pengungkapan dan Pemahaman Masalah.
  • Bimbingan fisik, mental, sosial dan pelatihan ketrampilan.
  • Resosialisasi (Bimbingan Kesiapan).
  • Reunifikasi dengan keluarga.
  • Penyaluran dan Bimbingan Lanjut.
  • Terminasi.

 


Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32