Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe
Ditulis oleh chens_lgs, pada Kamis, 01 Januari 1970

Latar Belakang dan Sejarah UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk

Nanggroe Provinsi Aceh

 

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh yang berlokasi di Desa Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Aceh dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang mengalami permasalahan sosial/rentan agar mampu menjadi generasi bangsa yang berkualitas dan mandiri serta berperan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Cikal bakal pendirian UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh diawali pada tahun 2003 yakni dengan makin maraknya fenomena anak jalanan di Aceh. Dalam upaya penanganan anak jalanan tersebut, Dinas Sosial Provinsi Aceh dengan mengacu pada konsep rumah singgah yang digulirkan oleh Departemen Sosial RI, maka didirikan Panti Sosial Aneuk Nanggroe yang berlokasi Lampineung Banda Aceh. Pelayanan dan rehabilitasi sosial yang dilaksanakan pada panti sosial tersebut lebih menitikberatkan pada rehabilitasi sosial, mental, akhlak dan spiritual para anak jalanan serta mengembalikan anak jalanan tersebut ke bangku sekolah. Disamping itu, juga diberikan bimbingan sosial psikologis kepada orang tua jalanan sebagai salah upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

 

Pertengahan tahun 2004, panti sosial tersebut pindah lokasi ke Desa Lampuuk Kecamatan Lhok Nga Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh yang saat itu menampung sebanyak 100 (seratus) anak binaan. Pada saat peristiwa bencana alam gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004, seluruh sarana fisik dan anak-anak binaan ikut menjadi korban, dan hanya menyisakan 5 (lima) anak binaan yang selamat. Selama rentang tahun 2005 s/d 2007, Dinas Sosial Prov. NAD lebih menfokuskan pekerjaan pada penanganan korban tsunami.

 

Atas berkat dukungan dan kerjasama yang baik antara Japan International Cooperation System (JICS) dengan Dinas Sosial Provinsi Aceh, maka pada pertengahan tahun 2007 pihak Japan International Cooperation System (JICS) bersedia membangun kembali pusat pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak berlokasi  di Desa Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi yang kemudian diberi nama Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh. Pada pertengahan tahun 2008 pihak Japan International Cooperation System (JICS) menyerahkan seluruh bangunan fisik beserta sarana pendukungnya kepada Dinas Sosial Provinsi Aceh dan tepat pada bulan April 2008 mulai beroperasional.

 

Seiring dengan semakin kompleks permasalahan sosial terutama yang dihadapi oleh anak-anak Aceh, maka UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh tidak hanya menangani permasalahan  sosial para anak-anak jalanan, akan tetapi juga memperluas obyek sasaran diantaranya anak-anak korban tindak kekerasan, anak-anak yang berkonflik dengan hukum dan anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus. Kedepan, UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh juga merupakan sebagai tempat rujukan dan rumah “aman” bagi anak-anak yang memerlukan pelayanan dan rehabilitasi sosial. 

 

Tujuan dan Sasaran

Tujuan penerbitan buku profil UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh adalah :

  1. Sebagai acuan dalam penyelenggaran pelayanan sosial terhadap anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan.
  2. Sebagai bahan informasi untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepada semua pihak tentang usaha kesejahteraan sosial khususnya dalam upaya memberikan pelayanan sosial bagi anak-anak yang mengalami masalah sosial psikologis.
  3. Meningkatnya kemampuan teknis operasional dalam proses pelayanan dan rehabilitasi sosial anak.

Sasaran

Sasaran pengguna buku profil UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh adalah :

  1. Aparatur dinas sosial kab/kota dan instansi/lembaga terkait dalam wilayah Provinsi Aceh.
  2. LSM/Organisasi Sosial/Yayasan yang menangani tentang pelayanan dan rehabilitasi sosial anak.
  3. Intansi yang menjadi rujukan UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh, seperti Kepolisian, LBH Anak, Rumah Sakit, Panti Sosial Anak dan lainnya.

Landasan Hukum

  1. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 B ayat 2 dan Pasal 34.
  2.  Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak.
  3.  Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
  4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).
  5.  Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
  6.  Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1988 Tentang Usaha Kesejahteraan Anak Bagi Anak Yang Bermasalah.
  8. Keppres RI Nomor 59 Tahun 2002 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak.

Pengertian

  1. Anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan (UU Nomor 23 Tahun 2002).
  2. Pelindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
  3. Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat yang berhadapan dengan hukum anak darim kelompok minoritas dan terisolasi; anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan atau seksual,, anak yang diperdagangkan ; anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alcohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya ; anak korban penculikan, penjualan, perdagangan ; anak korban kekerasan baik fisik dan mental ; anak yang menyandang cacat ; dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran (UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 1 Poin 15).
  4. Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh adalah salah satu UPTD di bawah Dinas Sosial Aceh yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan penyantunan, pelayanan, pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan.
  5. Bimbingan mental adalah serangkaian kegiatan yang diarahkan kepada upaya pemulihan kondisi mental psikologis, meningkatkan semangat juangdan mengembangkan kemampuan-kemampuan psikologis lainnya agar penerima pelayanan mampu berpartisipasi dalam mengatasi masalahnya serta mampu menyesuaikan diri dengan norma-norma kehidupan dan mampu mengembangkan mental.
  6. Bimbingan fisik adalah serangkaian latihan jasmaniah berupa olahraga untuk menjaga, merawat, meningkatkan kesehatan, dan ketahanan fisik/tubuh agar dapat mendukung kemampuan.
  7. Bimbingan sosial adalah serangkaian kegiatan bimbingan kea rah tatanan kerukunan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat sehingga diharapkan dapat menimbulkan kesadaran dan tanggung jawab sosial, baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat.
  8. Bimbingan ketrampilan kerja adalah serangkaian usaha yang diarahkankepada penerima pelayanan untuk mengetahui, mendalami, dan menguasai suatu bidang ketrampilan yang memungkinkan mereka mampu memperoleh pendapatan yang layak sebagai hasil pendayagunaan ketrampilan kerja yang dimiliki.
  9. Resosialisasi adalah serangkaian kegiatan bimbingan yang bersifat dua arah, yaitu mempersiapkan penerima pelayanan agar dapat berintegrasi penuh ke dalam kehidupan dan penghidupan masyarakat secara normative. Di pihak lain, kegiatan ini juga bertujuan mempersiapkan masyarakat khususnya daerah asal atau lingkungan sosialnya untuk dapat menerima, memperlakukan dan mengajak serta berintegrasi dalam berbagai kegiatan.
  10. Bimbingan hidup bermasyarakat adalah serangkaian kegiatan bimbingan yang diarahkan agar penerima pelayanan dapat mengetahui, memahami, dan menghayati norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga penerima pelayanan tersebut dapat melaksanakan seluruh kegiatannya sesuai dengan norma yang berlaku dan menghindari kegiatan yang melanggara norma.  

Visi : 

Menjadikan UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh sebagai pusat pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang mengalami masalah sosial psikologis.

 Misi :

  1. Melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial dengan berbasiskan pendekatan sosial, psikologis dan spiritual.
  2. Memberikan keterjaminan terhadap pemenuhan hak-hak dasar anak .
  3. Melakukan sistem rujukan dan terminasi sebagai rangkaian dari kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial.

Kedudukan dan Tugas Pokok

UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan atau kegiatan teknis penunjang di bidang penyantunan, pelayanan, pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan.

Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugasnya, UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe mempunyai fungsi  :

  1. penyusunan program perencanaan di bidang penyantunan, pelayanan ,pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan
  2. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumah tanggaan.
  3. Pelaksanaan kegiatan rujukan/referal dari intansi dan atau lembaga terkait lainnya.
  4. Pelaksanaan pelayanan dan penyantunan terhadap anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan
  5. Pelaksanan pembinaan dan rehabilitasi terhadap anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan
  6.  Pelaksanaan kegiatan fasilitas pendidikan formal.
  7. Pelaksanaan bimbingan lanjutan terhadap hasil pembinaan, dan
  8. Pelaksanan monitoring ,evaluasi dan pelaporan.

Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pada Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, terdiri dari;

  1. Kepala UPTD
  2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha,
  3. Kepala Seksi Pelayanan dan Penyantunan,
  4. Kepala Seksi Pembinaan dan Rehabilitasi,
  5. Kelompok Jabatan Fungsional

Kapasitas

Kapasitas asrama di UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh mempunyai daya tampung untuk 112 (seratus dua belas) orang penerima manfaat, dengan perincian sebagai berikut :

  • Asrama Putra terdiri atas 14 kamar, yang setiap kamar dapat menampung 4 (empat) orang.
  • Asrama Putri terdiri atas 14 kamar, yang setiap kamar dapat menampung 4 (empat) orang.

Sarana dan Prasarana

Agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik dan optimal serta efektif dan efisien, disediakan sarana dan prasarana sebagai fasilitas penunjang, yaitu sebagai berikut :

 1. Fasilitas Bangunan

  •  Gedung Kantor
  • Ruang Ibadah (Mushalla)                       
  • Asrama Putra terdiri 14 kamar               
  •  Asrama Putri terdiri 14 kamar               
  •  MCK pada Asrama Putra                         
  •  MCK pada Asrama Putri                         
  •  Ruang Belajar                                             
  •  Ruang Komputer                                      
  •  Ruang Kesenian                                        
  •  Ruang Makan dan Dapur                         
  •  Rumah Pimpinan                                      
  •  Rumah Pengasuh                                      
  •  Lapangan Bola Volly                
  •  Lapangan Bola Basket                              
  •  Lapangan Bola Kaki                                 
  •  Pos Satuan Pengamanan                          
  •  Poliklinik                                                   
  •  Gudang                                                       
  •  Ruang Genset                                             

2.  Peralatan/Perlengkapan

  • Peralatan kantor
  • Peralatan Asrama
  • Peralatan Dapur
  • Peralatan Pelatihan
  • Pelatihan Ketrampilan
  • Peralatan Bermaian
  • Peralatan Kesenian
  • Peralatan Olahraga
  • Peralatan Ibadah
  • Perlengkapan Belajar

3.  Lain-lain

  • Mobil Operasional Pimpinan 
  • Mobil Operasional Antar Jemput          
  • Mobil Ambulance            

Sumber Daya Manusia

Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi anak pada UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh didukung oleh tenaga –tenaga ahli, dengan rincian sebagai berikut :

  • Pekerja Sosial.
  • Psikolog
  • Paramedis
  • Pengasuh
  • Pembimbing Keagamaan (Ustad)
  • Instruktur Ketrampilan
  • Instruktur Kesenian
  • Tenaga Bimbingan Belajar
  • Juru Masak
  • Sopir
  • Satuan Pengamanan
  • Petugas Kebersihan       

Sasaran garapan UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh adalah anak jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang mengalami korban tindak kekerasan yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Berusia antara 4 s/d 18 tahun.
  2. Berjenis kelamin laki-laki dan perempuan
  3. Tinggal maupun tidak tinggal dengan orang tuanya.
  4. Masih bersekolah maupun sudah putus sekolah.
  5. Melakukan aktivitas ekonomi (seperti ; meminta-minta, mengedarkan amplop, mengamen, menjual barang dagangan, pemulung, dll ) di persimpangan jalan, dipasar, di tempat keramaian.
  6. Tidak memiliki tempat tinggal.
  7. Memiliki permasalahan sosial dengan keluarganya.
  8. Terindikasi mengalami perlakuan eksplotasi dari pihak orang tua.
  9. Terindikasi mengalami perlakukan salah dari pihak orang tua maupun lingkungannya.
  10. Terindikasi menghadapi permasalahan dengan hukum atau tindakan kriminal

Kriteria umum tersebut tercakup dalam kategori sebagai berikut :

  1. Anak jalanan yang hidup di jalanan, yakni anak yang sudah putus hubungan dengan orang tuanya dan tidak sekolah maupun masih sekolah.
  2. Anak yang bekerja di jalanan, yakni anak-anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tuanya, sudah
  3. tidak bersekolah maupun masih sekolah dan mencari nafkah untuk mempertahankan hidupnya.
  4. Anak yang rentan menjadi anak jalanan, yakni anak yang masih tinggal dengan orang tuanya namun masih mencari nafkah di jalan dan umumnya masih sekolah.

Persyaratan

  1. Pihak instansi sosial kab/kota mengidentifikasi dan menginventarisasi keberadaan anak jalanan, anak yang mengalami sebagai korban tindak kekerasan dan anak yang berhadapan dengan hukum  meliputi asal daerah, nama orang tua, riwayat pendidikan dan lain-lain yang dianggap perlu.
  2. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang anak jalanan, anak yang mengalami sebagai korban tindak kekerasan dan anak yang berhadapan dengan hukum , agar instansi sosial kab/kota melibatkan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan setempat.
  3. Mengajukan permohonan secara tertulis tentang pengiriman anak jalanan, anak yang mengalami sebagai korban tindak kekerasan dan anak yang berhadapan dengan hukum  yang akan ditempatkan di Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh.
  4. Anak jalanan, anak yang mengalami sebagai korban tindak kekerasan dan anak yang berhadapan dengan hukum  yang diajukan kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh agar dapat kiranya di antar langsung ke UPTD Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe Prov. NAD oleh petugas yang ditunjuk langsung oleh pimpinan instansi sosial kab/kota.
  5. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses pengiriman anak  ke UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Provinsi Aceh menjadi tanggungjawab instansi sosial kab/kota setempat.

Ketentuan lain

Pihak instansi sosial kab/kota mengidentifikasi dan menginventarisasi keberadaan anak jalanan, anak yang mengalami sebagai korban tindak kekerasan dan anak yang berhadapan dengan hukum  meliputi asal daerah, nama orang tua, riwayat pendidikan dan lain-lain yang dianggap perlu.

 .          


Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32