Pekerja Sosial Diminta Peka Terhadap Isu Sosial
Ditulis oleh irwan, pada Selasa, 23 Oktober 2018

Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Drs Alhudri MM yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah AKs M MSi membuka kegiatan peningkatan kemampuan (capacity building) petugas dan pendamping sosial pemberdayaan fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) angkatan I dan II di Hotel Permata Hati, Banda Aceh. Kegiatan ini akan berakhir hingga Jumat (26/10/2018).

“Pekerja sosial harus peka dengan isu-isu sosial yang timbul di tengah masyarakat. Karena itu harus mampu bersikap adil dan netral sebab masyarakat lebih menerima pekerja sosial sebagai tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya dalam permasalahan sosial,” ujar Alhudri seperti yang dibacakan Devi Riansyah, Selasa (23/10/2018).

Menurut Alhudri, kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang masih menjadi isu utama pembangunan, dan karena itu pemerintah menempatkannya sebagai prioritas nasional. Penanggulangan kemiskinan di Indonesia merupakan amanat UU No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan UU No 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

Dimana kedua UU tersebut menegaskan, bahwa penanganan fakir miskin atau penanggulangan kemiskinan dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.

Kompleksitas permasalahan kemiskinan di Aceh menyangkut permasalahan pekerjaan, pendapatan, perumahan, dan berkaitan dengan permasalahan sosial lain yang rentan terhadap kriminalitas dan tindak kekerasan, penyalahgunaan NAPZA, dimana kondisi tersebut sangat memungkinkan untuk dieksploitaai untuk kepentingan-kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Oleh karena itu kemiskinan di Aceh dikatakan miskin “plus”, yaitu selain miskin secara ekonomi. warga miskin ini juga berpotensi menjadi penyandang masalah sosial lainnya karena dorongan kebutuhan,” kata Devi Riansyah.

Karena itu tambahnya, sebagai pekerja sosial sudah menjadi tugas bersama untuk menangani hal ini dari akar permasalahannya. Karena keberhasilan penyelesaian masalah kemiskinan diharapkan dapat menyelesaikan juga masalah yang diakibatkan kemiskinan itu sendiri.

Sesuai dengan nawacita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo bahwa salah satu tujuan dari pemerintahan saat ini yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Maka oleh karena itu sudah menjadi kewajiban pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk meagimplementasikan hal ini dalam bentuk pemberdayaan masyarakat yang konsisten, terpadu, dan berkeainambungan.

“Sesuai dengan motto Dinas Sosial Aceh, yaitu ‘siap melqyani dengan CERDAS (cermat, empati, responsive, ddikasi, akuntabel, dan santun). Maka pihak Dinas Sosial Aceh siap mensukseskan Nawacita Presiden R.I. melalui program penanganan fakir miskin,” katanya. []


Category: Fakir Miskin

 
comments powered by Disqus

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32