Rusli Mencari Keluarga di Aceh
Ditulis oleh irwan, pada Jumat, 09 November 2018

Banda Aceh - Rusli Bin Hasan (40), salah satu warga Aceh yang sudah 35 tahun tinggal di Malaysia sedang mencari keluarganya di Aceh. Rusli baru saja menghirup udara bebas setelah ditahan oleh pihak aparat keamanan Malaysia karena tidak memiliki dokumen lengkap.

Usai ditangkap, pihak keamanan Malaysia menyerahkan Rusli ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang. Karena saat diintrogasi, Rusli mengaku merupakan warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Malaysia. Diketahui Rusli juga memiliki pasport palsu yang diurus oleh kakak kandungnya, Azizah (Allahyarhamah).

Rusli dua tahun berada di KJRI Malaysia, sebelum dibawa pulang ke Aceh. Alasanya, pihak KJRI tidak mengetahui Rusli berasal dari daerah mana, karena tidak memiliki dokumen apapun saat diserahkan oleh pihak keamanan Malaysia.

Setelah dilakukan pencarian terkait asal daerah Rusli, diketahui pria yang sudah memiliki tunangan di Malaysia itu merupakan warga Aceh. Informasi adanya warga Aceh itu sampai ke telinga Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Selanjutnya, Nova memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri untuk segera membawa pulang warga tersebut ke Aceh. Tak menunggu lama, Dinsos Aceh kemudian langsung melakukan pengurusan agar Rusli bisa segera dipulangkan ke Aceh.

"Allhamdulillah Rusli akhirnya bisa dipulangkan dengan selamat ke Aceh," kata Kadinsos Aceh, Alhudri, Jumat (9/11).

Baca berita terkait: Dinsos Aceh Pulangkan Warga Banda Aceh Setelah 2 Tahun Ditahan di Malaysia

Alhudri yang didampingi Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Aceh, Rohaya Hanum, mengungkapkan Rusli tidak mengetahui lagi keluarganya di Aceh. Pasalnya kedua orang tuanya sudah meninggal dunia saat musibah gempa dan tsunami di Aceh.

"Jadi untuk sementara, Rusli akan tinggal di panti milik Pemerintah Aceh sambil mencari keluarganya," ungkap Alhudri. Setelah mendapatkan keluarganya, kata Alhudri, baru kemudian diurus seluruh identitasnya agar sah menjadi warga Aceh.

"Kalau sekarang kan sulit, karena tidak ada keluarga," jelasnya.

 Tak hanya itu, Alhudri mengungkapkan kalau Rusli sudah memiliki rumah, kendaraan dan bengkel di Malaysia. Namun, pasca ditahan, Rusli tidak mengetahui bagaimana kondisi rumah, kendaraan dan bengkel miliknya itu.

"Rusli ini punya keahlian, seperti ngelas, makanya sudah sukses dia (Rusli) di Malaysia," ujarnya.

Sementara itu, Rusli mengaku sangat ingin bertemu dengan keluarga besarnya baik dari sebelah ayah atau ibunya. "Ayah saya bernama Hasan (Allahyarham) dan ibu Fatimah (Allahyarhamah). Orang tua dan kakak saya meninggal ketika gempa dan tsunami," ungkap Rusli di Kantor Dinsos Aceh.

Selain itu, Rusli juga tidak bisa berbahasa Aceh dan Indonesia. Namun, ia sangat pasif berbahasa melayu. Rusli mengaku dibawa ke Malaysia oleh kakaknya pada umur lima tahun. Di Malaysia, kakaknya menjanjikan kepada orang tuanya untuk di sekolahkan. Namun sampai di Malaysia, Rusli tidak pernah di sekolahkan oleh kakaknya itu.

"Kakak saya meninggal di Aceh, karena kakak saya sering pulang ke Aceh untuk melihat orang tua, ketika gempa dan tsunami kakak saya di Aceh, dan ikut menjadi korban bersama kedua orang tua saya," ujarnya.

Sejak lama Rusli ingin sekali pulang ke Aceh, namun dia tidak berani karena tidak memiliki keluarga lagi di Aceh. Rusli hanya ingat kalau dulu kedua orang tuanya tinggal di kawasan Punge, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

"Ketika saya lihat kapal Apung, saya ingat disitu orang tua tinggal, kemudian saya juga masih ingat Masjid Raya Baiturahman," ujarnya.

Untuk itu, Rusli sangat berharap bisa bertemu dengan keluarga besarnya di Aceh. Apalagi Rusli sama sekali tidak mengetahui keluarganya yang lain baik dari sebelah ayah maupun ibunya. "Saya tidak punya adik, cuma berdua sama kakak," ungkapnya.[]

 

Sumber berita dan foto: AJNN.NET


Category: PSKBS

 
comments powered by Disqus

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32